Saling Belajar dan Berbagi Kabar

2017

Pasar Desa Kedungurang resmi dibuka dan digunakan. Peresmian oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein Selasa 5/11

kabargumelar.com - Warga Desa Kedungurang sekarang sudah mempunyai pasar sendiri untuk kegiatan transaksi jual beli. Selasa 5/12 Pasar Desa Kedungurang diresmikan oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein.
Pasar yang terletak tepat di Perbatasan dengan Desa Gancang ini mempunyai 16 kios yang sudah siap pakai dan sudah ada pemiliknya dengan sistem sewa. Sementara puluhan kios di sebelah barat dalam tahap penyelesaian.
''Sekarang ini ada 16 kios yang sudah laku disewa dengan sistem lelang,'' ungkap Kades Kedungurang Surwanto dalam pidato sambutannya.
Dari sewa kios tersebut, diharapkan pendapatan desa akan meningkat dan bisa menunjang pembangunan.
''Dari sewa kios pasar ini, nanti desa akan mendapat penghasilan kurang lebih 75 juta setiap tahunnya, saya ucapkan terima kasih kepada saudara yang telah mengikuti lelang kios, semoga nanti pasar desa kita akan ramai dan menumbuhkan ekonomi yang lebih bagus,'' lanjutnya.
Dijelaskan oleh Surwanto, bahwa dana yang digunakan untuk membangun pasar adalah dari Dana Desa dengan total nilai 1, 384 milyar rupiah dari dua tahun anggaran, tahun 2016 dan 2017.
Sementara acara peresmian sendiri ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Bupati Banyumas kepada Kepala Desa Kedungurang, dilanjutkan dengan pemukulan gong dengan iringan shalawat nariyah.
Sebelum acara peresmian pasar desa, Bupati terlebih dahulu menebar benih ikan Nila di Sungai Arus sebanyak 20 ribu benih, didampingi Kades Kedungurang, Forkompinkec dan disaksikan masyarakat Desa Kedungurang. (wiz)


Kasroh (45) sedang menata nugged hasil produksinya 
kabargumelar.com - Inspirasi bisa datang dari mana saja, ini yang dirasakan Kasroh Teguh Sanjaya (45) warga Rt 3 Rw 1 Desa Samudra Kulon Kecamatan Gumelar. Berawal dari pekerjaannya sebagai sopir truk pengangkut tepung tapioka ke Tasikmalaya, Kasroh bertemu dengan pengusaha makanan
Nugged yang sudah sukses. Lalu ia pun inten bertanya cara-cara membuat Nugget dan kiat keberhasilan sang pengusaha.

Tertarik dengan usaha ini, Kasroh pun mulai merintis membuat Nugget dengan bahan baku daging ayam dan tepung tapioka. Meminjam gudang milik bosnya di Desa Samudra Kulon, ia memberanikan diri untuk berproses.

'' Awal mulanya saya pakai gudang milik pak darto bos saya untuk memulai usaha ini, alhamdulillah sudah empat tahun berjalan dan sekarang saya sudah punya tempat sendiri di samping rumah'' terang Kasroh.

Di awal usahanya, Kasroh banyak mendapat pelajaran berharaga, dari mulai bahan baku yang
tidak cocok sehingga membuat Nugget buatannya kurang bagus, sampai sulitnya pemasaran.
Namun ia tak patah arang, kejadian tersebut justru semakin memotivasi untuk terus memperbaiki produksinya.

Saat ini ada beragam varian rasa dan bentuk Nugget yang diproduksinya, antara lain Nugget es krim, bintang, stik, koin, komi/ koin mi, dan sate love yang diberi label Elang Samudra. Setiap harinya Kasroh bisa memproduksi 50 kilogram bahan baku dengan dibantu delapan orang karyawan, yang semuanya adalah warga sekitar rumah.

Berkat ketekunannya ini, Kasroh pun sekarang kerap diundang untuk menjadi narasumber pada acara pelatihan pembuatan Nugget yang difasilitasi olek Dinnakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas, serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Jawa Tengah.

''Alhamdulillah, beberapa kali saya dipercaya menjadi narasumber bahkan sampai ke Semarang. Selain berbagi sedikit ilmu yang saya miliki, sekaligus kesempatan saya untuk terus belajar dan menambah relasi,'' ungkap pria yang hobi main sepak bola ini.

Pangsa pasar produksi Nuggetnya saat ini meliputi wilayah Purwokerto, Cilongok, Pekuncen, Ajibarang dan Bumiayu dengan omset per bulan mencapai 40 juta rupiah. (wiz)

Bupati Banyumas menandatangani prasasti  diresmikannya Bumdes Bulak Barokah Langgongsari, Kamis 16/11
Kamis, 16/11 Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein meresmikan Bumdes ( Badan Usaha Milik Desa) Bulak Barokah Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh bupati sekaligus pengguntingan pita, disaksikan Forkompincam Cilongok, Pemdes Langgongsari, ketua Bumdes se- Kabupaten Banyumas, ulama dan ribuan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, bupati mengungkapkan rasa bangganya kepada Pemdes Langgongsari yang bisa mewujudkan Badan Usaha Milik Desa, yang nantinya bisa menunjang pemberdayaan ekonomi bagi warga Desa Langgongsari.
''Saya salut kepada pak Rasim (Kades Langgongsari), punya pemikiran yang maju, kreatif dan bisa melihat peluang dengan cepat. Mudah-mudahan dengan adanya Bumdes ini nanti bisa memberdayakan masyarakat lebih baik lagi,'' terang bupati.
Bumdes Bulak Barokah saat ini mengelola dua unit usaha yaitu Jasa Panti Pijat dan Agro Wisata berupa kebun durian, labu, mentimun, peternakan sapi, kolam ikan, dapur bersih pengolahan gula kristal, gula pasir dan terowongan barokah.
Untuk membangun Bumdes Bulak Barokah , Pemdes Langgongsari mengalokasikan dana desa tahun 2017 sebesar 90% dari keseluruhan dana desa yang diterima.
Acara yang juga dihadiri anggota DPR RI Budiman Sujatmiko ini dimeriahkan dengan penampilan grup seni kentongan Banyumas dan marching band dari para siswa madrasah.
(Artikel ini juga sudah dipublikasikan di www.banyumasmaen.com)

kabargumelar.com – Kotoran kambing atau biasa disebut bribil, mempunyai manfaat sebagai pupuk alami untuk berbagaai macam tanaman. Namun oleh Warseno (46) warga RT 1 RW 11 Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, kotoran kambing diubahnya menjadi gas yang dimanfaatkan untuk memasak, sebagai pengganti gas elpiji yang beredar selama ini.

Warseno saat memasukkan kotoran kambing ke alat pembuatan biogas

“Bulan Mei 2016 lalu saya mencoba membuat biogas, jadi sampai saat ini sudah lebih dari satu tahun keluarga kami menggunakan biogas untuk memasak,” ungkap Warseno memulai pembicaraan.

Dijelaskan oleh Warseno, bahwa selain memproduksi gas, alat sederhana miliknya juga sekaligus bisa memproduksi pupuk organik yang dihasilkan dari proses pembuatan gas tersebut.

“Gas yang dihasilkan oleh kotoran kambing dialirkan melalui paralon, lalu ditampung di wadah besar sebelum masuk ke dapur. Kemudian cairan dan kotoran dialirkan ke penampungan yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik, dan ini sangat bermanfaat untuk tanaman,” jelasnya.

Seperti diketahui, tahun 2017 ini tanaman padi milik petani yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas mengalami serangan hama yang berimbas pada gagalnya panen. Namun berkat pupuk organik produksinya, sama sekali tidak terkena serangan hama dan bisa panen seperti biasa.

“Dalam sehari, gas yang dihasilkan bisa untuk memasak selama empat jam. Dua jam di pagi hari dan dua jam di sore hari,  sangat membantu menghemat pengeluaran biaya rumah tangga,” jelasnya.

Berkat ketekunannya mengolah biogas, pria yang pernah belajar pertanian di Australia ini sudah sering kali berkunjung ke berbagai daerah dalam rangka sosialisasi dengan difasilitasi Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyumas.


“Silakan buat siapa saja yang mau belajar tentang biogas ini saya siap untuk membantu, membagi pengalaman saya. Kepada pemerintah khususnya pemerintah desa,  saya harap untuk terus mendukung dan membantu apabila warganya berminat untuk membuat biogas seperti ini. Karena terus terang untuk pengadaan peralatan cukup memakan biaya,” katanya terkait harapan kepada pihak pemerintah.

Oleh : Wizteguh Nugroos

kabargumelar.com - Cirebah, Cihonje Kecamatan Gumelar, Komunitas sastra Grumbul Cirebah Desa Cihonje, Jaspinka ( Jaringan Sastra Pinggir Kali ) menggelar acara Peringatan Hari Puisi Indonesia tahun 2017.

Buku Karya Eddy Pranata PNP

Jaspinka yang diketuai oleh penyair Eddy Pranata PNP ini mengundang puluhan penyair dari berbagai kota di Indonesia untuk hadir dan meramaikan acara yang digelar Sabtu 16/9 malam di halaman markas Jaspinka.

Perhelatan tersebut juga sekaligus acara launching buku kumpulan puisi Abadi dalam Puisi karya Eddy Pranata PNP dan Gigir Bukit Sinawing yang ditulis oleh Riswo Mulyadi. Setelah itu dilanjutkan dengan bedah dua buku puisi, dengan para pembicara Seruni Unie dan Rangga Sujali.

Sementara Sofyan RH Zaid penyair kelahiran Sumenep dengan salah satu karyanya Pagar Kenabian, bertindak sebagai pembanding dari kedua pembicara tersebut.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala Desa Cihonje, Forkompinkec, anggota DPRD Kabupaten Banyumas Agus Supriyanto dan ratusan pengunjung yang ingin melihat para penyair dari penjuru negeri.

Oleh : Wizteguh Nugroos

2
kabargumelar.com – Sebuah destinasi wisata baru di wilayah Kecamatan Gumelar  telah dibuka.  Adalah wanawisata Alur Jero yang ada di Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas.

Pengunjung berfoto di salah satu spot foto

Berada di hutan pinus milik Perhutani, lokasi yang berada di RT 3 RW 2 Desa Samudra ini menawarkan tiga buah curug yang patut untuk dikunjungi. Tiga buah curug tersebut adalah Curug Senthong, Curug Kedung Kembar dan Curug Sampar Kidang.

Ketiga curug yang mempunyai ciri khas masing-masing ini mengalir dalam satu alur yang kemudian disebut Alur Jero. Makna dari Alur Jero sendiri adalah  jalur air yang ada di dalam, dalam hal ini adalah di dalam hutan.

Menurut Duri Subiardi, ketua LMDH Desa Samudra, bahwa Alur Jero merupakan salah satu mata air sungai Tajum selain mata air Karang Manggis dan Tatra Guna.

“Alur Jero ini mengalir dari atas yaitu perbatasan antara Desa Samudra dengan Pangawaren Desa Semedo, kemudian mengalir ke bawah menuju ke sungai Tajum, jadi merupakan pemasok air untuk sungai Tajum,” ungkapnya.

Alur Jero sudah ada sejak puluhan tahun silam, namun baru diekspos sekitar tahun 2013 lalu. Di tahun 2017 ini kemudian mulai dilakukan pembangunan menjadi salah satu wisata yang ada di Desa Samudra.

“Untuk konsep dan pembangunan saat ini dilakukan oleh LMDH dan para pemuda Desa Samudra, sementara untuk pengelolaannya nanti akan dibicarakan dengan pihak Perhutani,” jelas Saefudin salah satu anggota BPD Desa Samudra.

Animo masyarakat sendiri sangat antusias, terbukti walaupun belum sepenuhnya selesai dibangun, banyak pengunjung yang datang dalam rangka memenuhi rasa penasaran mereka.

Wardo salah satu pengunjung asal Desa Gumelar mengatakan, bahwa potensi wisata Alur Jero ini sangat bagus dan layak untuk dikembangkan.

“Sangat bagus, apalagi sudah banyak tempat untuk berfoto dan berselfie ria, pasti nantinya semakin banyak pengunjung yang datang terutama pada hari libur,” katanya.

Tiket masuk terhitung sangat terjangkau, hanya lima ribu rupiah untuk satu pengunjung dan dua ribu rupiah untuk parkir sepeda motor.(wiz)

Lihat Videonya di https://www.youtube.com/watch?v=QMNQ-x4_yE0

kabargumelar.com - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Jendral Soedirman Purwokerto akan segera berakhir. seluruh rangkaian kegiatan KKN di wilayah Kabupaten Banyumas yang dimulai sejak tanggal 25/7 ini akan berakhir Senin lusa 28/8.

Mahasiswa KKN Desa Gumelar saat berpamitan dengan Pemdes Gumelar(foto:dok.KKN)

Di kecamatan Gumelar sendiri, ada 216 Mahasiswa yang tersebar di sepuluh desa, dengan masing-masing desa terdiri dari 12 sampai 13 Mahasiswa yang mengikuti KKN. Fokus program KKN tahun 2017 kali ini adalah terkait Pemberdayaan Masyarakat dengan empat pilar program yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Pemberdayaan Lingkungan.

Menurut Prasetya Adi Nugroho (22) koordinator KKN Desa Gumelar, bahwa dari keempat pilar ini ada empat kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh masing-masing kelompok di 10 desa di wilayah Kecamatan Gumelar.

"Empat kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh teman-teman KKN yaitu budidaya azola, kemudian bantuan hewan ternak entog, sosialisasi terkait Buruh Migran yang dalam hal ini bekerja sama dengan BNP2TKI, lalu yang keempat adalah kegiatan yang dibuat sendiri yang tentu berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat," ungkapnya.

Masih menurut Didi, begitu ia biasa disapa, bahwa dari seluruh rangkain kegiatan KKN di wilayah Kabupaten Banyumas ini akan ditutup pada hari Senin, 28/8 dengan menggelar Expo produk-produk unggulan desa se- Kabupaten Banyumas. di lapangan Desa Gancang Kecamatan Gumelar.

Terkait pengalamannya selama melaksanakan kegiatan KKN di Desa Gumelar, mahasiswa Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran gigi ini sangat terkesan dengan sambutan yang diberikan oleh warga Desa Gumelar.

"Baik Pemerintah Desa, Lembaga-lembaga kemasyarakatan, warga dan Karang Taruna sangat kooperatif terhadap kegiatan yang kami laksanakan, sehingga sangat membantu terhadap apa yang kami kerjakan, dan ini merata di seluruh desa se-Kecamatan Gumelar," jelasnya.

Sementara sambutan positif juga diungkapkan oleh beberapa warga yang terlibat pada kegiatan KKN Pemberdayaan Masyarakat ini. Seperti diungkapkan Rukun, salah seorang pengurus Bumdes Artha Lestari Desa Gumelar yang merasa kehadiran dan kegiatan KKN kali ini sangat terasa dampaknya.

" Sangat membantu warga masyarakat, terutama dari segi pengetahuan. Misalnya saja ada pelatihan membuat mireng yang berkualitas, lalu budidaya Azola yang memang dibutuhkan untuk hewan ternak, kemudian juga tentang pemanfaatan limbah minyak dilem yang ternyata bisa untuk mengusir hama tanaman padi. Benar-benar kerja nyata KKN kali ini," terangnya.

Selepas kegiatan KKN, ternyata para mahasiswa masih berkomitmen untuk terus menjaga silaturahmi dan melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan.

" Kami akan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Desa, juga dengan teman-teman Bumdes agar program yang telah kami laksanakan ini terus berkelanjutan," tutup Didi.(wiz)



kabargumelar.com - Seru dan unik, begitu yang ditampilkan oleh warga masyarakat Kecamatan Gumelar dalam ikut meramaikan HUT RI ke-72. Berikut foto-foto menarik Karnaval Pembangunan tingkat Kecamatan Gumelar yang berhasil dihimpun oleh www.kabargumelar.com




Kendaraan lapis baja

Garuda Pancasila

Iring-iringan pawai sepeda motor hias

Pahlawan yang terluka


Jendral Soedirman

Pelajar SMA


Kades Gumelar menerima bunga dari peserta karnaval

Penduduk Papua

Seni Kuda Lumping/ Ebeg

Camat Gumelar menerima bunga dari peserta karnaval

Pahlawan yang bertarus nyawa demi Indonesia

Gadis cantik peserta karnaval

kabargumelar.com- Dalam rangka memperingati setahun perjalanan komunitas pecinta burung kicau Gumelar Bersatu, Gubes begitu komunitas ini menyebut dirinya, akan mengadakan Lomba Kicau Burung khusus burung pleci.

Rapat Persiapan Panitia Gubes di Cegit Cafe Gumelar
Event dengan total hadiah sebesar 15 juta rupiah ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 13/8 bertempat di lapangan komplek pasar pahing gumelar.

Dijelaskan oleh Ali Mustofa sebagai ketua penyelenggara, bahwa gelaran kali ini akan berlangsung meriah karena akan diikuti oleh berbagai komunitas pecinta burung dari beberapa daerah di wilayah Kabupaten Banyumas, bahkan hingga Brebes dan Temanggung.

"Insha Alloh rekan-rekan komunitas dari Bumiayu, Tegal, Cilacap, Temanggung, Banjarnegara akan datang dan mengikuti lomba, karena selama ini kami dari Komunitas Gubes Gumelar juga sering sekali mengikuti lomba di daerah mereka," ungkap Ali.

Selain untuk memperingati setahun berdirinya Gubes, acara yang dihelat mendatang adalah dalam rangka ikut memeriahkan HUT RI ke-72, sehingga tema yang diusung pun adalah "Semangat Kemerdekaan".

"Kami optimis sekali acara kali ini akan berjalan sangat meriah, karena ini adalah acara terbesar yang pernah diselenggarakan di wilayah Kecamatan Gumelar. Untuk itu kami mohon dukungan serta do'a restu dari berbagai pihak agar acara berjalan lancar dan sukses," tutup Ali saat ditemui di sekretariat Gubes. (wiz)


kabargumelar.com- Sampah menjadi permasalahan lingkungan di berbagai wilayah di Kecamatan Gumelar. Begitu juga di RW 1 Dusun Jambenom Desa Tlaga, Kecamatan Gumelar. Banyak warga yang membuang sampah sembarangan, salah satunya adalah di Kali Jambenom.

Proses pemilahan sampah oleh anggota Karang Taruna RW 1 Desa Tlaga

Dari sinilah kemudian timbul kepedulian pemuda Karang Taruna Muda Utama Sakti RW 1 untuk ikut berkontribusi dalam rangka mengatasi persoalan tersebut. Diawali dari pemasangan plang larangan tidak boleh membuang sampah di sembarang tempat, kemudian digagaslah apa yang dinamakan Bank Sampah.

“ Tahun 2014 resmi berdiri Bank Sampah yang kita beri nama BJB atau kepanjangan dari Bocah Jambenom Bersih-bersih,” ungkap Adi Siswono Ketua Karang Taruna mengawali perbincangan.

Kegiatan Bank Sampah BJB dilaksanakan setiap hari minggu, para pemuda bergilir mengambil sampah dari rumah-rumah warga untuk kemudian dipilah di tempat penampungan sementara. Setelah dipilah kemudian sampah yang mempunyai nilai ekonomi akan dijual ke pengepul barang bekas.

Dijelaskan oleh Adi, dari hasil penjualan barang bekas sejak pertama berdiri sampai dengan saat ini, sudah terkumpul kas Karang Taruna sebesar 5,5 juta rupiah.

“Dari hasil penjualan sampah barang bekas dikumpulkan menjadi kas Karang Taruna, pemanfaatanyapun untuk operasional Bank Sampah itu sendiri, lalu juga untuk kegiatan kepemudaan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” katanya.

Yang unik dari kegiatan Bank Sampah BJB ini adalah pemasangan plang penanda gang dengan nama orang yang dituakan di gang tersebut, sementara di bawah plang tersebut tertulis nama-nama seluruh pemilik rumah. Selain memudahkan dalam penarikan sampah, plang ini juga diharapkan akan mempermudah kurir jasa paket atau tukang pos untuk megirimkan barang paketannya.

“ Nama gangnya ada gang Santika, gang Tirtabesari, gang Asna Besari, gang Siman dan di bawah tulisan gang itu ada tulisan nama-nama yang tinggal di gang tersebut, jadi memudahkan saat teman-teman mengambil sampah dan juga memudahkan tukang pos atau kurir mencari rumah yang dituju,” jelas Adi.

Saat ditanya harapannya dari pemerintah terhadap Bank Sampah yang sedang dikelola bersama rekan-rekan Karang Taruna, Adi mengungkapkan bahwa saat ini Bank Sampah yang dikelola memang sudah bisa berjalan dengan baik namun memang belum maksimal.

“Harapannya ke depan kami bisa mempunyai tempat pegumpulan sampah sementara di setiap gang, semacam tong sampah,  sehingga saat mengambil sampah kita tinggal menuju ke situ. Lalu tranportasi dari pengambilan sampah ke tempat penampungan juga kita belum ada, dan yang terakhir adalah bagaimana carannya mengolah sampah-sampah organik, karena untuk sementara kami hanya mengolah sampah yang anorganik,” tutupnya.(wiz)

kabargumelar.com - Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, Sabtu malam 8/7 mengunjungi Bumdes Artha Lestari Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Kunjungan kali ini adalah dalam rangka silaturahmi dengan warga masyarakat di daerah pemilihannya sekaligus berdiskusi terkait peluang dan kendala yang dihadapi oleh Bumdes Artha Lestari Desa Gumelar.


Budiman Sudjatmiko saat melihat-lihat produk Bumdes Artha Lestari


Dijelaskan oleh Guno Purtopo selaku direktur Bumdes Artha Lestari, bahwa salah satu unit kerja Bumdesnya adalah penggilingan tepung tapioka, di mana Desa Gumelar menjadi salah satu sentra penghasil tepung tapioka turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu. Namun industri tepung tapioka saat ini tengah mengalami kelesuan, di mana harga tepung tapioka terjun bebas, sehingga berpengaruh besar terhadap usaha yang dijalankan oleh Bumdesnya.

"Harga tepung tapioka saat ini sangat murah, bahkan untuk menutup biaya produksi saja tidak mencukupi, sehingga banyak pengrajin tepung tapioka saat ini pada posisi hidup enggan mati tak mau. Ini adalah imbas dari import tepung tapioka dari negara Thailand, sehingga para pengrajin lokal terpinggirkan bahkan dalam skala nasional," ungkap Guno.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Guno, Kepala Desa Gumelar Susilo Urip Suprapto pun mengamini kendala yang sedang dihadapi Bumdes Artha Lestari saat ini,  yaitu lesunya pasar imbas dari import tepung tapioka dari luar negeri.

"Para pengrajin tepung tapioka di desa kami, sebelumnya tidak pernah mengalami hal semacam ini, baru kali ini merasakan sulit yang amat sangat efek dari import tersebut," jelasnya.

Menanggapi kendala yang dihadapi Bumdes Gumelar, Budiman Sudjatmiko pun memberikan tanggapannya dengan menyarankan agar desa di wilayah Kecamatan Gumelar membentuk Bumades atau Badan Usaha Milik Antar Desa yang anggotanya adalah seluruh Bumdes yang ada di Kecamatan Gumelar.

" Ada tiga jenis bentuk usaha yang lumrah dijalankan oleh kita semua, yang pertama adalah usaha menjual hasil produksi, kedua usaha memanfaatkan waktu, dan yang terakhir adalah usaha memindahkan tempat ," jelasnya mengawali pembicaraan.

" Usaha menjual hasil produksi adalah kita memproduksi sesuatu kemudian kita jual, usaha memanfaatkan waktu adalah kita menjual sesuatu barang pada saat benar-benar dibutuhkan, jika suplay banyak kita tahan dulu, nanti jika tidak ada suplay barang baru kita jual ini yang disebut penimbunan," terangnya.

Usaha yang terakhir adalah usaha memindahkan tempat atau biasa disebut distributor. Dijelaskan oleh Budiman, butuh jaringan untuk memulai usaha dibidang ini yaitu dengan menyatukan Bumdes Bumdes yang ada di Kecamatan Gumelar dalam wadah berbentuk Bumades.

"Setiap desa punya potensi masing-masing, punya produk unggulan masing-masing, namun satu karakter yang sama dimiliki oleh seluruh desa yaitu sifat kekeluargaan, mari kita manfaatkan karakter ini untuk bekerja sama antar Bumdes dalam bentuk Bumades dalam rangka membuat jalur atau jaringan distributor, bentuk distribusinya bisa apa saja, bisa bahan kelontong, material bangunan untuk kebutuhan infrastruktur desa seperti semen, aspal atau yang lainnya sesuai kesepakatan para pengurus Bumdes," ujarnya.

Selesai paparan yang disampaikan Budiman, acara yang dihadiri Camat Gumelar, Kapolsek dan Danramil Gumelar ini dilanjutkan diskusi dengan warga yang terdiri dari berbagai unsur , LPMD, Pendamping Desa, RT, RW, Perangkat Desa dan tokoh masyarakat.(wiz)



Kabargumelar.com-
Buku Kumpulan Puisi Karya Riswo Mulyadi

Dari gigir bukit ini
Kuanyam mimpi pada keranjang rumput
Yang setiap hari bergelayut di pundakku
Menyusur belukar

Dari keranjang itu, citaku membulir serupa keringat
Membasahi tubuh kecilku
: jangan terlalu puas di bukit, kawan
Di luar sana ada gunung-gunung yang menjulang
Dakilah hingga puncak
(keranjang itu seperti berbisik)

Itulah salah satu penggalan puisi karya Riswo Mulyadi yang terangkum dalam sebuah buku kumpulan puisi berjudul Gigir Bukit Sinawing terbitan Teras Budaya Jakarta.

Memahami puisi-puisi karya penyair asal Desa Cihonje Kecamatan Gumelar ini tidak terlalu sulit, pemilihan kata yang sederhana, tema yang hampir seluruhnya tentang alam dan kedekatan dengan sang pencipta, membuat si pembaca mudah memahami dan larut ke dalam cerita yang disajikan.

Dari 99 puisi karyanya,  Riswo mampu membuat letupan-letupan yang sanggup membuat hati pembacanya merasa takjub dan menyadari,  betapa kehidupan di sekitar masih banyak sekali yang belum sesuai dengan cita-cita bangsa dan perlu  mendapat perhatian kita semua.

Seperti puisi berjudul Bayi Itu Bernama Gersuas, puisi yang menceritakan kelahiran sebuah gerakan kepedulian terhadap lingkungan, dalam hal ini adalah anak-anak usia sekolah yang kurang beruntung dan mengalami kesulitan terkait kondisi ekonomi.

Masih banyak lagi karya-karya luar biasa yang lahir dari kejernihan hati dan ketajaman pikiran guru Madrasah Ibtidaiyah Cilangkap ini yang layak untuk disimak.(wiz)



kabargumelar.com - Presiden Jokowi hari ini Kamis 15/6 melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas. Menggunakan Pesawat CN-295 milik TNI AU,  Presiden beserta rombongan bertolak menuju Bandar Udara Tunggul Wulung Kabupaten Cilacap pada pukul 11.00 WIB.


Foto : instapurwokerto
Sebelum menuju Kabupaten Banyumas, Presiden melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cilacap terlebih dahulu. Setibanya di Kabupaten Banyumas Presiden akan melaksanakan serangkaian agenda diantaranya akan mengunjungi Ponpes Darussalam Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran sekaligus melaksanakan sholat isya dan tarawih berjam’aah.

Keesokan harinya Jum’at 16/6, presiden akan melaksanakan sholat subuh berjam’aah di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto. Pada pukul 7.00 pagi, Presiden menuju ke lapangan SMAN 2 Purwokerto dalam rangka acara Penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para pelajar.

Selepas acara di SMAN 2 Purwokerto, , dilaksanakan acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah yang menjadi program prioritas pemerintah di Alun-alun Purwokerto, Jum’at pukul 08.00 WIB.
Selanjutnya Presiden menuju ke Alun-alun Banyumas guna melakukan Penyerahan PMT ( Pemberian Makanan Tambahan) bagi ibu hamil, anak balita, dan anak sekolah dan Kartu PKH ( Program Keluarga Harapan).

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja kali ini diantaranya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkes Nila F Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.


Turut hadir Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo, Bupati Banyumas, Kebumen, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga dan Wonosobo, Danrem 071 /Wk dan KA SPN Purwokerto, Forkompinda Banyumas, Kepala OPD Kabupaten Banyumas, Kepala BUMN dan BUMD serta tamu undangan lainnya.(wiz)

Kabargumelar.com – Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein bersama Ibu Erna Achmad Husein melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling di Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar, minggu 11/6. Hadir bersama beliau para Kepala OPD Kabupaten Banyumas disambut oleh Kepala Desa Kedungurang, Forkompincam, Kepala Desa se-Kecamatan Gumelar, tokoh agama dan warga masyarakat Kedungurang.


Bupati saat memberikan sambutan
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Istiqomah ini diawali dengan acara buka bersama dan shalat maghrib berjama’ah. Menu buka bersama sendiri tidak meninggalkan makanan khas Desa Kedungurang berupa Cimplung Ketela dan Cimplung tales. Seusai shalat taraweh, Kades Kedungurang Surwanto menyampaikan kata sambutan atas kehadiran bupati yang sudah berkenan untuk melaksanakan taraweh keliling di desanya.

“Terima kasih sekali bapak bupati berkenan shalat tarawih bersama warga Desa Kedungurang, tentu ini sebuah kehormatan bagi kami. Namun demikian kami juga mohon maaf apabila dalam menyambut bapak bupati masih ada kekurangan di sana sini, terutama masjid Al Istiqomah ini yang kondisinya belum seratus persen jadi, “ jelasnya. “Ada titipan dari takmir masjid untuk disampaikan bahwa anggaran pembangunan masjid Al Istiqomah ini adalah 1, 6 milyar rupiah, namun jika ada dana sekitar 300 juta lagi saja insha alloh katanya bisa selesai, begitu pak bupati,” lanjut Kades Surwanto.

Surwanto juga mengungkapkan tentang kendala perekonomian yang sedang dihadapi oleh warganya terutama para pengrajin gula kelapa, adalah gula Kristal yang sudah beberapa bulan mengalami penurunan harga bahkan sampai tidak laku sama sekali, sehingga membuat kondisi pengrajin gula sangat memprihatinkan.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas menjelaskan tentang alur bantuan untuk pembangunan masjid jika melalui pemerintah. “ Ada dua cara yang pertama adalah panitia pembangunan masjid ini sudah berbentuk yayasan yang berbadan hukum sehingga bisa menerima bantuan dari pemerintah, jika tidak tanah yang digunakan untuk membangun masjid ini sudah diwakafkan, itu nanti bisa meminta bantuan pada pemerintah,” terangnya.

“ Untuk masalah gula Kristal ini, ayo kita mulai dari diri kita dulu, mari kita semua mengkonsumsi gula Kristal, tinggalkan gula pasir sehingga gula Kristal ini akan laku lagi. Gula Kristal ini lebih sehat bagi tubuh kita selain itu kita jadi ikut membantu ekonomi para pengrajin gula,” lanjutnya.
Seusai acara, Bupati Banyumas memberikan bantuan untuk pembangunan masjid, berturut-turut bantuan juga diberikan oleh Baznaz Kabupaten Banyumas, Voucher belanja dari pengelola Pratista Harsa senilai 5 juta rupiah, serta bantuan dari Departemen Agama Kabupaten Banyumas.(wiz)


kabargumelar.com - Dalam rangka kegiatan Amaliah Ramadan 1438 H, Bupati Banyumas menggelar acara Buka Puasa Bersama di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas.

Bupati Banyumas duduk diantara tamu undangan
Acara yang digelar Jum'at 2/6 ini adalah buka puasa bersama Ulama, Pengasuh Ponpes, Wartawan, dan Generasi Muda yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas, hadir pula Wakil Bupati Banyumas, Forkompinda, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyumas.

Sebagai pengisi santapan rokhani adalah K.H Zuhrul Anam dari Kebasen yang menyampaikan pentingnya mempertahankan akhlak sebagai warga negara Indonesia.

"Akhlak orang Indonesia itu yang terbaik di seluruh dunia, maka mari pertahankan menciptakan harmoni dalam rangka membangun bangsa," ungkapnya.

Setelah santapan rokhani, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah.(wiz)

Pemerintah Kecamatan Gumelar melaksanakan upacara Hari  Lahir Pancasila 1 Juni 2017 di Halaman kantor Kecamatan Gumelar Kamis 1/6.


Pengibaran Bendera Merah Putih oleh para siswa SMA PGRI Gumelar

Peserta upacara meliputi Kepala Desa beserta perangkat desa  se-Kecamatan Gumelar, Danramil Gumelar, Kepala UPK, Kepala Puskesmas, para Guru, siswa sekolah dan Karang Taruna. Sementara untuk petugas upacara dipercayakan kepada para siswa SMA PGRI Gumelar. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kapolsek Gumelar AKP Suparman.


Upacara peringatan hari lahir Pancasila sendiri adalah sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang menyebutkan bahwa tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir pancasila dan hari libur Nasional, namun demikian seluruh instansi pemerintahan diwajibkan untuk melaksanakan upacara meskipun tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari libur Nasional.

Dilansir dari situs secretariat Negara, satu tahun semenjak Keppres tersebut dikeluarkan, Pemerintah pada tahun ini akan memeriahkan peringatan Hari Lahir Pancasila dengan lebih semarak, yaitu dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang terangkum dalam Pekan Pancasila. Pekan Pancasila akan berlangsung dari tanggal 29 Mei s.d. 4 Juni 2017. Adapun tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 adalah ”Saya Indonesia, Saya Pancasila”. 


Selain itu, tagar #PekanPancasila #SayaPancasila #PancasilaReborn #KenalPancasila #PancasilaPunyaKita #PancasilaSatu #Pancasila2017 diharapkan bisa digaungkan di berbagai media social untuk lebih menyemarakkan peringatan hari lahir Pancasila tahun ini. (gus)

kabargumelar.com - Hasil sidang isbat Jum'at 26/5 menetapkan awal puasa ramadan tahun 1438 H/ 2017 M mulai hari sabtu 27/5.

Foto Ilustrasi

Sidang yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini berlangsung di Kantor Kementrian Agama dengan dihadiri dari duta besar negara sahabat, Ketua MUI, perwakilan dari BMKG, dan beberapa ormas islam ini megkonfirmasi adanya laporan dari 4 titik pemantauan hilal menyatakan ketinggian hilal berada 8 derajat umur hilal 14 jam sehingga dinyatakan puasa ramadan tahun ini jatuh pada hari sabtu 27/5/2017.

“Maka seluruh peserta sidang sepakat malam ini memasuki 1 Ramadan, besok 27 Mei kita mengawali puasa ramadan tahun ini,” ungkap Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin.(wiz)

kabargumelar.com -Gelar Budaya dan Nifsu Sya’ban digelar oleh Pemerintah Desa Paningkaban Kecamatan Gumelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1438 H.


Gelar Budaya Desa Paningkaban (foto/Jumbe)

Kamis 11/5 dipimpin oleh Kepala Desa Sukarmo dan tokoh adat masyarakat setempat, warga melakukan kirab pengambilan air di area hutan pinus untuk kemudian diiring menuju Masjid Sayidah Khodijah di RT 3 RW 2 Desa Paningkaban.

Dari lokasi mata air sampai ke Masjid Sayidah Khodijah yang berjarak tempuh 1,5 kilo meter, iring-iringan berbagai kesenian ditampilkan untuk meramaikan acara. Terlihat ada kesenian Tonglung atau Kentong dan Calung, Rodad atau semacam genjring yang memainkan lagu-lagu jawa, dan kesenian hadroh.

Sesampainya di masjid yang dituju, air yang diambil dari sumber mata air pegunungan Desa Paningkaban ini kemudian diserahkan kepada tokoh agama setempat, lalu acara dilanjutkan dengan do’a bersama di dalam masjid.

Menurut Sukarmo, Kepala Desa Paningkaban acara ini mengandung maksud agar manusia selalu ingat dan menjaga kelestarian alam terutama menjaga sumber air yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.

“Air sebagai simbol pensucian diri, memasuki bulan ramadan kita harus mensucikan diri kita untuk melaksanakan puasa satu bulan penuh, acara ini juga mengingatkan kita agar bisa terus menjaga sumber air agar tidak mengalami kekeringan apalagi ini menjelang musim kemarau,” jelasnya.


Turut serta mensukseskan acara adalah komunitas Radio Amatir dari Paningkaban (Rapan), Desa Gumelar (RAG) dan komunitas radio dari Desa Tlaga.(wiz)

kabargumelar.com - Curug Wanasuta adalah salah satu destinasi wisata yang sedang ramai dibicarakan masyarakat Banyumas saat ini. Berada di area hutan pinus Desa Dermaji Kecamatan Lumbir, sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Alam yang hijau dan sejuk, memanjakan mata pengunjung untuk tak bosan menikmatinya.

Pendunjung mandi dan berfoto selfie

Hampir setiap hari banyak pengunjung yang datang ke curug yang mempunyai ketinggian lebih dari 30 meter ini, terutama pada hari libur. Wisatawanpun berasal dari berbagai daerah di sekitar  wilayah Kabupaten Banyumas, bahkan tercatat ada wisatawan dari luar negeri yang pernah mampir ke sini.

Menurut Ines, salah seorang wisatawan dari Majenang, selain murah, tempat ini juga cocok bagi yang suka foto selfie.

" Saya sudah dua kali kesini, selain bisa mandi seru-seruan di curug, juga bisa berfoto bersama
teman-teman dengan latar belakang yang indah," ungkapnya.

Untuk masuk ke area wisata wanasuta,  pengunjung hanya dikenakan tarif  2500 rupiah, parkir 2000 dan untuk bisa berfoto di area selfie foto, dikenakan tarif 2000 rupiah.

Area parkir yang luas, warung  yang menyajikan beragam makanan dengan harga yang sangat terjangkau, juga dilengkapi dengan fasilitas toilet yang bersih, membuat pengunjung merasa nyaman.(wiz)



kabargumelar.com Raden Ajeng Kartini, perempuan yang lahir dari kalangan priyayi jawa merupakan sosok pelopor kebangkitan perempuan pribumi, atau acap disebut pahlawan kemerdekaan kaum wanita dalam konsep Emansipasi Wanita.

R.A Kartini 
Pada zamannya, Kartini sering berfikir bagaimana caranya memajukan pola pikir perempuan pribumi kala itu, menggugat bagaimana budaya jawa yang dianggap sebagai penghambat kemajuan perempuan.

Tidak jauh beda dengan Kartini kala itu, di zaman modern sekarang, banyak bermunculan Kartini Kartini baru. Mereka hadir dalam dunia kesehatan, pendidikan, politik, social, budaya dan lain sebagainya.

Pada tingkat keluarga, sosok ibu atau istripun layak disebut sebagai Kartini. Ibu yang melahirkan kita, mengandung dan merawat tanpa mengharapkan pamrih. Istri yang menyiapkan segala sesuatu untuk suami dan anaknya, tak jarang pula ibu atau istri harus ikut mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan keluarga, sampai di sini bukankah pantas mereka disebut Pahlawan?.

Banyak pula sekarang ini wanita yang bekerja membantu keuangan keluarga sampai harus ke luar negeri, menjadi Tenaga Kerja Wanita atau Buruh Migran. Meninggalkan suami dan anaknya di rumah untuk waktu yang tidak sebentar. Bekerja di Pabrik atau menjadi asisten rumah tangga, mengurusi orang jompo, mengasuh anak, bahkan ada yang harus mengurus anjing di Negara penempatan mereka.

Tak jarang waktu istirahatpun sangat kurang, terlebih jika yang diurus adalah orang jompo yang sakit-sakitan, maka setiap waktu dia harus terjaga , harus terbangun untuk sekedar memapah mereka ke toilet, menyuapi makan bahkan membersihkan kotoran.

Inilah Kartini Kartini pada masa kini, Kartini yang rela berjauhan dengan keluarga, terbang jauh dengan sayap-sayap keberanian mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya. 

Bukan Kartini sombong yang sekarang sedang menjadi buah bibir di jagat hiburan Indonesia. Menepis tangan seorang penggemar yang hanya ingin berfoto bersamanya, adalah bukan perbuatan yang layak diperagakan oleh artis pemeran Pahlawan Nasional sehebat Kartini.(wiz)



kabargumelar.com. Pertarungan dua Calon Gubernur di partai final Pilgub DKI sudah memunculkan pemenang versi quick count beberapa lembaga survei.

Foto. Ilustrasi
Anis-Sandi unggul atas Ahok-Djarot 58,50% - 41,50% versi Lembaga Survei Indobarometer, sementara Vokpol Center 59,40%-40,60% untuk kemenangan Anis-Sandi.
Senada dengan dua Lembaga Survei di atas, beberapa hasil hitung cepat juga menempatkan Anis-Sandi pada kisaran 58% berbanding 42% milik Ahok-Djarot.
Kedua kubu juga sudah melakukan konferensi pers terkait hitung cepat tersebut, kubu Anis-Sandi mengucapkan syukur atas kemenangan versi hitung cepat namun juga tetap menunggu hasil perhitungan dari KPUD DKI.
Di lain pihak, pasangan Ahok-Djarot juga menerima dengan legowo kekalahan mereka, serta memberikan ucapan selamat kepada pasangan nomor urut 3 Anis-Sandi.(wiz)

kabargumelar.com. Pemberian penghargaan kepada pemenang Lomba Cipta Menu B2SA PKK Kecamatan Gumelar oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Gumelar Emi Roni Hidayat.

Para pemenang berfoto bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan
Pemberian penghargaan ini dilakukan di Aula Balai Desa Karangkemojing Rabu 19/4 pada acara Pelatihan Bina Kader Keluarga Balita Tim Penggerak PKK Kecamatan Gumelar.
Lomba B2SA diselenggarakan Sabtu 8/4 minggu lalu di Aula Kecamatan Gumelar diikuti oleh tim penggerak PKK Desa se-Kecamatan Gumelar.
Sebagai pemenang pertama adalah dari Tim Penggerak PKK Desa Tlaga, Juara kedua direbut oleh TIM PKK Desa Cihonje, sementara Desa Gumelar menyabet juara ketiga.
B2SA adalah kepanjangan dari Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.(wiz)

kabargumelar.com. Dwi Irawati, S.Pd terpilih menjadi Putri Persahabatan pada acara Pemilihan Putri Fatayat NU Cabang Kabupaten Banyumas mewakili Anak Cabang Kecamatan Gumelar.

Dwi Irawati saat tampil di ajang Pemilihan Putri Fatayat NU 2017
Gelaran yang dihelat dalam rangka Harlah Fatayat NU ke-67 ini diselenggarakan di Gedung Muslimat di JL. Kauman Lama Purwokerto Timur, Minggu 16/4.
Dwi yang didampingi Pengurus Anak Cabang Kecamatan Gumelar ini berhak atas trofi dan penghargaan untuk prestasi yang diraihnya.(wiz/foto.Asty Ramadhani)

kabargumelar.com Menolak menggunakan sepeda motor keluaran terbaru yang diberikan oleh salah satu Bank milik Pemerintah Jawa Barat, Junaedi Arief malah menggunakan sepeda motor matic  tua untuk dikendarai mengelilingi Indonesia.

Junaedi Arif dengan sepeda motornya saat singgah di Kecamatan Wangon
“Motor yang dikasih saya simpan di rumah untuk dipakai keluarga, sementara saya lebih memilih yang ini, lebih nyaman saja,” ungkapnya saat singgah di Kantor Kecamatan Wangon Selasa 11/4, sambil menunjukan surat jalan.

Junaedi Arif  kelahiran Jambi yang bermukim di Desa Manggunarga Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Jawa Barat ini adalah bukan pria biasa.  Menggunakan sepeda motor matic lawas,  pria kelahiran tahun 1969 ini menjelajah Nusantara dari pulau ke pulau sejak 15 bulan yang lalu.

“Misi utama saya adalah saya ingin membuat buku tentang budaya dan pariwisata di Indonesia,” terangnya perihal tujuannya keliling Nusantara ini.

Perjalanan kali ini bukanlah yang pertama dia lakukan, sebelumnya Junaedi juga pernah menjelajah Nusantara hingga menyeberang ke Singapura, Malaysia hingga India. Dilansir dari Otomotifnet, Junaedi Arief telah menjelajah 18  negara pada bulan April 2010. Dia juga pernah nekat melakukan perjalanan Umroh menggunakan sepeda motor.

“Iya dulu saya pernah pergi umroh pake motor, kurang lebih memakan waktu enam bulan,” katanya.
Dari Wangon, pria yang sudah mempunyai dua orang cucu ini akan menuju kota Jogjakarta sebelum kemudian kembali ke Sumedang. (wiz)


kabargumelar.com  Setelah sekitar 10 tahun tidak beroperasi,  akhirnya kolam renang Tirta Kembar kembali dibuka untuk umum pada bulan Maret 2017 kemarin.

Kolam renang khusus anak-anak terlihat penuh.
Dengan tiket masuk hanya tiga ribu rupiah, kolam renang yang berlokasi di Jalan dr. Angka sebelah timur Hotel Java Heritage Purwokerto ini buka setiap hari dari jam 6 sampai jam 4 sore.

Fasilitas kolam yang dahulu melahirkan atlet - atlet renang berprestasi dari kota Satria ini cukup lengkap. Ada kolam untuk anak-anak, dewasa, dan kolam dengan kedalaman  4,8 meter dengan menara untuk berlatih Loncat Indah serta sarana P3K.

Namun kolam renang untuk anak-anak tidak begitu luas, sehingga kurang memberikan kenyamanan bagi anak-anak yang berenang.

“ Biasanya anak-anak kalo renang kan pasti didampingi sama orang tua, jadinya kolam bertambah penuh sementara kolamnya tidak begitu luas, sehingga area berenangnya sangat terbatas, takut berbenturan dengan yang lain,” ungkap Adin salah seorang pengunjung.

Kolam renang Tirta Kembar juga belum memiliki wahana – wahana seperti Water Boom, Perosotan, dan sarana permainan untuk anak-anak saat berenang. Dan bagi pengunjung, jangan sekali-kali membawa minuman atau makanan dari luar area kolam renang, karena di pintu masuk, ada peringatan bagi para pengunjung yang membawa makanan dan minuman dari luar, akan dikenakan tarif atau denda sepuluh kali lipat dari harga makanan dan minuman tersebut. Nah lho !! (wiz)


kabargumelar.com. Hujan deras yang terjadi Kamis 6/4 sejak pukul 16.30 mengakibatkan bencana tanah longsor menimpa beberapa Desa di wilayah Kecamatan Gumelar.

Kasi Tramtibum Kecamatan Gumelar di lokasi bencana

Tanah longsor yang terjadi menimpa rumah warga sehingga mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Demikian juga dengan jalan Kabupaten penghubung antara Desa Gumelar menuju Desa Tlaga tepatnya jalan dari Grumbul Palumbungan ke Grumbul Legok terancam putus, karena tebing tepian jalan mengalami longsor.

Dijelaskan oleh Kasi Tramtibum Kecamatan Gumelar, Darto, SH bahwa sedikitnya ada 13 titik longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Gumelar. “ Ada lima Desa yang mengalami bencana tanah longsor, antara lain Desa Gumelar ada 4 titik, Tlaga 4 titik, Karangkemojing 1 titik, Cilangkap 3 titik yang terakhir adalah Desa Cihonje 1 titik,” jelasnya.

Menurut Darto, dari 13 titik bencana tanah longsor tersebut, Grumbul Legok Desa Tlaga dan Desa Karangkemojing terhitung terdampak paling parah. “ Di Grumbul Legok Desa Tlaga sedikitnya lima Keluarga harus mengungsi, sementara untuk Desa Karangkemojing ada empat Keluarga yang harus mengungsi, akibat dari rumah mereka yang mengalami rusak berat dan juga untuk menghindari longsor susulan,” lanjutnya.

Sementara untuk penanganan pembersihan material tanah longsor dilakukan kerja sama antara Muspika Gumelar bersama Pemerintah Desa setempat dan warga masyarakat. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (wiz)


kabargumelar.com. Bertempat di Aula Kecamatan Gumelar, Musyawarah Kecamatan PMI ( Palang Merah Indonesia ) yang dilaksanakan Rabu 5/4, kembali menetapkan H.Joko Supeno, SE sebagai Ketua PMI Kecamatan Gumelar setelah sebelumnya menjabat pada periode 2012-2017.

Pengurus PMI Kecamatan Gumelar bersama Ketua PMI Kabupaten dan Forkompincam


Acara yang dibuka oleh Camat Gumelar Roni Hidayat ini dihadiri oleh Ketua PMI Kabupaten Banyumas Dibyo Yuwono  beserta tim dari Kabupaten, Kapolsek Gumelar serta Danramil 14 Gumelar. Sementara peserta musyawah adalah perwakilan dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Gumelar dan telah memenuhi quorum untuk melaksanakan rapat reorganisasi PMI Kecamatan Gumelar.

Laporan pertanggung jawaban Ketua pada periode sebelumnya diterima dengan baik oleh seluruh peserta musyawara, dan kemudian secara aklamasi kembali dipilih memimpin PMI Kecamatan Gumelar.

Dibyo Yuwono selaku Ketua PMI Kabupaten Banyumas mengapresiasi acara Musyawarah Kecamatan Gumelar sekaligus kebanggaannya atas partisipasi dan peran penting PMI Kecamatan Gumelar pada kegiatan yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten.

“Bahwa PMI Kecamatan adalah melaksanakan kegiatan yang sifatnya lapangan, tidak ada dana dan hanya melaksanakan program dari Kabupaten, dan Kecamatan Gumelar sampai saat ini masih menjadi nomor satu dalam kegiatan Donor Darah Sukarela se- Kabupaten Banyumas untuk suplai darah ke PMI,” jelasnya.

Di akhir acara, Dibyo Yuwono yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gumelar ini, mengharapkan agar PMI Kecamatan Gumelar terus mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus meningkatkan pelayanan dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat.

Berikut adalah Struktur Pengurus PMI Kecamatan Gumelar Periode 2017-2022

Ketua                   : H. Joko Supeno, SE
Wakil Ketua        : Sinung Tri Marhaendro, S.Pd
Sekretaris            : Taryoko, SH
Bendahara           : Slamet Perdana, Amd.Kep
Anggota              : Ratiman, Ade Priyanto, Daryoto. (wiz)


Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget