Andi saat memeriksa sarang tawon madunya, Minggu 17/6.
kabargumelar.com-  Budidaya tawon madu menjadi pilihan aktifitas Andi Setiono (40) di sela kesibukannya sebagai seorang PNS di kantor UPK Pendidikan Kecamatan Gumelar. Warga Desa Batuanten Kecamatan Cilongok ini memulai budidaya tawon madu awal tahun 2018.

"Tadinya saya cuma iseng, saat ada tetangga atau teman menyuruh saya untuk mengevakuasi sarang tawon yang ada di rumah karena mereka takut disengat," tutur Andi perihal asal muasal dirinya menjadi peternak tawon madu.

Mengetahui Andi piawai menangani sarang tawon, warga sekitar yang kebanyakan menjadi penderes gula kelapa pun kerap meminta tolong Andi mengevakuasi sarang tawon yang ada di pohon kelapa milik para perajin gula kelapa tersebut.

"Pernah saya mengevakuasi sarang tawon di sebuah sekolah, ternyata madunya lumayan banyak. Ada sekitar tiga buah botol bekas yang satu botolnya berisi 220 mili liter," lanjut Andi yang mulai merasa ada sisi ekonomi dari menangani sarang tawon ini.

Madu hasil yang didapatnya kemudian diposting di akun facebook miliknya. Tak disangka responnya luar biasa, saat itu juga langsung terjual habis.

Mulailah ia serius membuat budidaya tawon madu, dengan membuat rumah sarang tawon sederhana, sementara jenis tawon yang ia ternak adalah jenis Ondoan.

"Saat ini ada sekitar dua puluhan sarang tawon yang saya bikin, dan setiap bulannya  selalu menghasilkan madu. Hasil penjualannya, ya lumayanlah," ungkapnya.

Madu yang dipanen dikemas dalam bekas minuman teh botol berisi 220 mili liter dengan harga per botolnya 120 ribu rupiah. Andi  tidak hanya menjual madu asli yang sudah dikemas, namun ia juga menjual bibit tawon madu untuk diternak beserta rumah tawonnya. Untuk satu unit rumah tawon beserta sarang dan bibitnya, ia hargai tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Jika musim bunga tiba, maka dalam waktu satu bulan saja, madu siap dipanen.

Pelanggan madu hasil budidayanya saat ini sudah merambah sampai di luar kota. Meliputi Tambak, Kemranjen, Sumpiuh, Gumelar, Ajibarang dan kota Kecamatan lain di wilayah Kabupaten Banyumas.  Selain terkenal karena keaslian madunya, Andi juga tak segan untuk berbagi ilmu beternak tawon madu kepada para pelanggannya.

"Yang utama dalam budidaya tawon madu ini adalah menjaga jangan sampai ada kecoa atau semut masuk ke dalam sarang tawon. Jika ada, harus secepatnya diusir ke luar karena bila tidak, bisa mengakibatkan gagal panen," tutup pria kelahiran Desa Tlaga Kecamatan Gumelar ini.(wizteguhnugroos)