Terkini



Paningkaban - Pemerintah Desa Paningkaban membangun embung senilai 300 juta rupiah yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus bidang Pertanian (DAK), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas tahun anggaran 2019.

Embung yang terletak di Grumbul Sawangan tersebut diberi nama Embung Kali Menyawak, lokasinya menggunakan tanah kas desa yang merupakan tanah kurang produktif.


"Awalnya kami memang ingin memanfaatkan tanah kas desa ini untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, jadilah kami kemudian membuat embung ini," kata Sukarmo Kepala Desa Paningkaban.

Rencananya tahun 2020 ini, pembangunan akan dikembangkan sehingga nantinya manfaat dari Embung Kali Menyawak  lebih maksimal.

"Tahun 2020 ini, pemerintah desa menganggarkan untuk pengembangan pembangunan dengan menggunakan dana desa. Nantinya agar embung lebih bagus dan maksimal untuk berbagai kebutuhan," jelas Sukarmo.

Lebih lanjut, menurut Sukarmo, bahwa selain untuk irigasi dan persediaan air bersih, embung juga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

"Di tepian embung akan kita bikin pagar pengaman, kemudian nantinya kita kasih ikan untuk pemancingan, juga jangka panjangnya bisa sebagai tempat rekreasi," tutupnya. (Wizteguh)


Kedungurang - Tim Kabar Gumelar Minggu siang 19/01 menyampaikan donasi kepada Mbah Kirsun (65), warga RT 5 RW 7 Desa Kedungurang Kecamatan Gumelar yang rumahnya terbakar pada Rabu 15/01 lalu.

Donasi yang disampaikan merupakan hasil sumbangan teman- teman Grup Facebook Kabar Gumelar, Fan Page Kabargumelar.com, Instagram kabargumelardotcom ( lewat tiga medsos tersebut penggalangan dana dilakukan).

Dana yang berhasil dikumpulkan adalah senilai 1.100.000 rupiah dan disumbangkan seluruhnya kepada Mbah Kirsun dalam bentuk uang sesuai petunjuk dari pemerintah desa setempat.

Rumah Mbah Kirsun terbakar  sekira pukul 9.30 WIB. Api berasal dari bara api yang ada di tungku lalu menyambar kayu bakar yang sedang dikeringkan di atas tungku. Akibatnya rumah mbah Kirsun hangus terbakar, kerugian ditaksir sekitar 50 juta rupiah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh teman- teman Kabar Gumelar yang telah ikut membantu meringankan beban Mbah Kirsun. Semoga amal ibadah kita semua diterima Tuhan Yang Maha Esa. Amin.(Kabar Gumelar)


Gumelar - Kantor Kecamatan Gumelar melalui Kasi Pelayanan melaksanakan kegiatan pelayanan jemput bola ke desa dengan lokasi terjauh dari kecamatan. Pelayanan meliputi pembuatan Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga.

Menurut Kasi Pelayanan Kecamatan Gumelar, Diyati, SE, layanan jemput bola merupakan inisiatif Kecamatan Gumelar dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di lokasi desa dengan jarak yang jauh dari Kantor Kecamatan Gumelar.

" Pelayanan jemput bola untuk meringankan dan mendekatkan kepada masyarakat, agar masyarakat yang jarak desanya jauh dari kecamatan tidak perlu repot- repot ke Kantor Kecamatan Gumelar," ungkapnya.

Jadwal pelayanan dilaksanakan seminggu satu kali bertempat di balai desa sesuai jadwal. Tahap uji coba baru empat desa yang dijadwalkan yaitu Desa Samudra, Karangkemojing, Gancang, Kedungurang. "Minggu pertama Desa Samudra, minggu kedua Desa Karangkemojing, ketiga Gancang dan minggu keempat Desa Kedungurang," kata Diyati.

Berkas permohonan yang masuk akan diverifikasi dan jika dinyatakan lengkap akan dibawa dan diproses di kecamatan. Jika sudah selesai diproses, nantinya akan diantar ke desa masing- masing seminggu sekali, pemohon mengambil di desa bersangkutan.(wizteguhnugroos)



Samudra Kulon-  Ini penampakan jalan raya Samudra Kulon Kecamatan Gumelar menuju Kabupaten Brebes yang melewati Grumbul Sokanandi, tepatnya perkebunan coklat dan bekas pabrik pengolahan karet.

Pengaspalan jalan baru sepanjang kurang lebih 1500 meter dengan anggaran APBD Kabupaten Banyumas tahun 2019 sebanyak 2 milyar.

Dibutuhkan dua tahap pengaspalan lagi agar sampai perbatasan dengan Kabupaten Brebes ke utara dan sampai Desa Samudra Kulon ke selatan.

Jalan raya Samudra Kulon ke arah Brebes ini merupakan jalan bersejarah. Saat perang kemerdekaan, jalan ini digunakan oleh para prajurit untuk menghadang pergerakan para penjajah.

Bagi para pengguna jalan, jika melewati jalan ini agar tetap waspada dan hati- hati, karena sepanjang jalan ada jurang dan tebing yang rawan longsor. Saat pengambilan gambar ini, tanah longsor terlihat di beberapa titik tebing hingga menutup sebagian jalan, dan satu titik talud pengaman tampak sudah retak.(wiz)





Kabar Gumelar - Tahun baru segera datang, tahun lama segera menghilang. Banyak persiapan yang dilakukan untuk menyambut tahun baru 2020. Mulai dari rencana pesta bakar- bakar ayam (hingga jadi ayam bakar), menyalakan kembang api, mercon, 'ndangdutan, live music, atau pergi ke kota menyaksikan sederet acara yang digelar baik oleh Pemerintah ataupun pegiat hiburan perayaan tahun baru.

Tahun baru kerap dipakai sebagai sebuah spirit untuk memulai suatu hal yang menurut kita banyak makna. Dari memulai pekerjaan baru, nembak gebetan, pernikahan, atau ajang reuni teman lama yang tak pernah berjumpa.

Tahun 2019, banyak sekali kegiatan yang kita lalui sebagai bagian dari warga Kecamatan Gumelar. Awal Januari kita buka dengan kabar gembira dari teman- teman Tim Bola Voli Buana Cihonje yang berhasil menjadi juara pada ajang BVB Cup 2019 yang dilaksanakan di GOR Satria Purwokerto. 

Medio Juli, seorang pemuda dengan bakat melukis menggunakan limbah plastik (Lir Prawono ) viral bukan hanya di media sosial, namun hingga masuk layar kaca nasional. Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif juga bersama- sama kita lewati, kontestasi yang membuat tensi politik di negeri ini panas luar biasa, tensi sedikit mereda saat masuk bulan puasa dan Idulfitri.

Di wilayah Kecamatan Gumelar, kita juga menggelar pesta demokrasi berupa Pilkades Serentak pada tanggal 23 Juli, dilanjut dengan peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke -74. Berturut-turut kemudian agenda peringatan Hari Puisi Nasional oleh Jaspinka, World Cleanup Day, Lomba Galang Tangguh di Lapangan Desa Cilangkap, prestasi teman- teman ISTAC di kancah liga sepak takraw kabupaten, dan bencana kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Kecamatan Gumelar akibat kemarau panjang.

Menyikapi bencana kekeringan yang terjadi, Pramuka Kwarcab Banyumas melalui Pramuka Kwarran Gumelar, pada 22 Desember melakukan gerakan penanaman 2000 pohon di Dusun Jambenom Desa Tlaga.

Naik lagi ke peristiwa Nasional, adalah skandal Dirut Garuda yang menggemparkan di penghujung tahun ini,  dilanjut dengan kabar buruk terkait kasus gagal bayar asuransi Jiwasraya. Lalu ditangkapnya pelaku penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan serta bebasnya musisi sekaligus politikus Ahmad Dhani dari penjara, menjadi penutup hiruk pikuk persoalan hukum di negara kita.

Berbekal pengalaman dan kejadian di tahun lalu, seyogyanya tahun baru dimaknai sebagai awal penentuan sikap. Sebuah pertanda dimulainya energi baru dalam kehidupan sebagai pribadi, pejabat, karyawan, suami, istri, anak, ayah, ibu, teman, sahabat dan warga negara yang baik, bukan sekedar hura-hura dan pesta semalam suntuk belaka.

Lalu bagaimana dengan tahun baru kali ini?. Kami, selalu ingin ada energi perubahan setiap tahunnya. Di 2019, beberapa kegiatan sosial telah kami laksanakan, meski dalam skala kecil, namun itulah yang bisa kami persembahkan. Berharap di tahun 2020, berbekal niat dan tekad, kami akan terus mencoba memberi makna dan curah energi untuk menjadi lebih baik lagi, tentu dengan dukungan dan bantuan teman- teman KABAR GUMELAR di manapun berada.

Akhirnya mari kita sambut tahun baru dengan penuh suka cita dan pelbagai harapan.

"Selamat Tahun Baru 2020", semoga kesehatan dan kesuksesan menjadi sahabat karib kita semua setiap saat. Amin

(dari kami - Kabar Gumelar)



Gumelar - Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pembentukan Tim Pengelola Sampah Kecamatan Gumelar dilaksanakan di Balai Desa Gumelar, Sabtu 21/12.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pramuka Peduli Kwartir Ranting Gumelar ini menghadirkan narasumber dari Pramuka Peduli Kecamatan Lumbir, Sakirun.

Menurut Tofik Suprapto selaku ketua penyelenggara, bahwa kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan respon dari persoalan sampah yang terus menjadi perbincangan masyarakat selama ini.

"Saat ini persoalan sampah menjadi pembicaraan serius di tengah masyarakat, dengan dukungan bapak camat dan para Kepala Desa se- Kecamatan Gumelar semoga kita semua bisa berbuat sesuatu untuk menangani persoalan sampah," ungkapnya saat membuka acara.

Acara sosialisasi ini merupakan satu rangkaian dari gerakan penanaman 2000 pohon yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 22/12 di Grumbul Jambenom Desa Tlaga Kecamatan Gumelar.(wiz)


Gumelar - Habib Ali bin Salim bin Syekh Abu Bakar mengajak jamaah untuk mencintai Rasulullah jika ingin masuk surga. Begitu yang disampaikannya pada acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah, Selasa 26/11 di halaman pondok pesantren.

"Barang siapa yang pemimpinnya adalah Nabi Muhammad, barang siapa yang Imamnya Nabi Muhammad, barang siapa yang melaksanakan sunah- sunah Nabi Muhammad, maka di hari kiamat nanti Alloh akan mengumpulkannya dengan Nabi Muhammad SAW," jelasnya dalam bahasa Arab.

Habib Ali yang berasal dari Yaman ini mengunjungi Pondok Pesantren Darul Hikmah bersama Abah Kyai Abdul Wahid dan Gus Abdullah Syafi'i, sementara selaku penerjemah Ustaz Ahmad Hijazi.

Menurut ketua penyelenggara pengajian sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Abah Yawan Al Azmi, kehadiran Habib Ali ke pondoknya merupakan anugerah yang tak terhingga sehingga patut disyukuri oleh seluruh santri dan warga Gumelar pada umumnya.

"Sebuah anugerah yang luar biasa, kita kedatangan tamu yang merupakan keturunan beliau Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kita semua mendapat barokah dari beliau Habib Ali dan kelak kita semua mendapat syafaat dari Rasulullah," kata Ustaz Yawan saat menyampaikan sambutan.

Meski acara dilaksanakan pada siang hari, namun antusias pengunjung sangat tinggi. Sekitar 2000 pengunjung yang mayoritas datang dari penjuru Kecamatan Gumelar  bergeming walau panas menyengat.

"Ini di luar prediksi panitia, perkiraan kami pengunjung hanya sekitar 500-an, ternyata sampai empat kali lipatnya, karena tempatnya memang tidak terlalu luas dan acara dilaksanakan siang hari di mana kebanyakan orang sedang melakukan aktifitas," jelas Siswoyo sekretaris panitia.

Sejak pagi hari, pengunjung sudah berdatangan dan menunggu dengan setia, sementara Habib Ali sendiri baru datang pada pukul setengah dua belas siang.

"Alhamdulillah, meski menunggu agak lama tapi kami sangat bersyukur karena bisa bertatap muka dengan Habib Ali yang merupakan keturunan Nabi Muhammad, benar- benar membuat merinding terharu dan bangga, mudah- mudahan berkah barokah untuk kita semua terutama bagi Pondok Pesantren Darul Hikmah ini," ucap Arif salah seorang pengunjung.

Acara yang juga dihadiri Forkompimkec Gumelar ini selesai pada pukul satu siang, pengunjung pun berebut untuk bersalaman dan berfoto dengan Habib Ali  bin Salim bin Syekh Abu Bakar saat sang Habib turun dari panggung.(wizteguhnugroos)

Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget