Terkini

 


Gumelar - Upacara peringatan hari jadi Kabupaten Banyumas tingkat Kecamatan Gumelar digelar Senin, 22/02. Camat Gumelar, Arif Triyanto, S.Sos menjadi Inspektur Upacara pada peringatan hari jadi ke-450 Kabupaten Banyumas tersebut.

Upacara yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Gumelar ini dihadiri oleh Kapolsek, Danramil 14, Kepala Puskesmas, Korwilcamdindik, Kepala SMA PGRi, Kepala KUA dan dinas serta para kepala desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar.

Sementara petugas upacara adalah karyawan kantor Kecamatan Gumelar dibantu oleh perangkat desa Cihonje, Karangkemojing dan Gumelar. Peserta upacara meliputi perangkat desa, anggota Koramil dan Polsek Gumelar.

Peringatan hari jadi Banyumas tahun ini digelar secara sederhana, karena dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda telah mengubah berbagai tatanan kehidupan, sesuai sambutan Bupati Banyumas yang dibacakan oleh Camat Gumelar dalam amanat Inspektur Upacara.

"Peringatan hari jadi ke-450 Kabupaten Banyumas pada tahun ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan peringatan hari jadi tahun- tahun sebelumnya. Adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia telah mengubah berbagai tatanan kehidupan," tulis bupati dalam sambutannya. (wizteguh nugroos)

#harijadi
#harijadibanyumas
#450tahun
#kecamatangumelar
#humaspemkabbanyumas
#betterbanyumas
#banyumas24jam
#purwokerto
#gumelarhits
#kabargumelar
#kabargumelardotcom



Gumelar - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Kecamatan Gumelar telah mulai diterapkan sejak Selasa 9 Februari 2021 kemarin.

Sepuluh desa dalan wilayah Kecamatan Gumelar sudah membentuk Pos Komando (Posko) PPKM Mikro. Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 7 tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Kemasyarakatan dalam rangka Percepatan dan Penanggulangan Corona Virus Diseas 19 (Covid-19) di Kabupaten Banyumas, Posko di tingkat desa diketuai oleh kepala desa yang dalam pelaksanaanya dibantu oleh aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta tokoh masyarakat.

Sementara itu Pos Komando di tingkat RT dan RW masing- masing diketuai oleh Ketua RT dan Ketua RW dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Setiap posko dijaga oleh petugas piket dengan bergantian sebanyak tiga shift selama 24 jam.

Lebih lanjut, sesuai yang tertulis dalam Perbup Nomor 7 tahun 2021, Pos Komando (Posko) tingkat kecamatan, salah satunya bertugas memfasilitasi dan mengkoordinasi Puskesmas serta relawan di wilayahnya untuk pelaksanaan pelacakan kasus antar desa/ kelurahan di wilayahnya atau melakukan koordinasi antar camat di dalam wilayah Kabupaten Banyumas.

PPKM Mikro di Jawa Tengah merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan pembatasan berbasis mikrozonasi untuk menekan penyebaran laju Covid-19. PPKM Mikro mulai diterapkan 9 Februari dan akan berakhir pada 22 Februari 2021.

Dari pantauan tim Kabar Gumelar pada hari Sabtu 13/02, sepuluh desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar melaksanakan peraturan tersebut. Dari 10 desa yang ada, terdapat petugas jaga piket Posko PPKM Mikro yang terdiri dari unsur perangkat desa, Linmas, BPD, PKK desa, serta tokoh masyarakat. (wizteguh nugroos)

#ppkmmikro #jawatengah #jateng #banyumas #cegahcovid19 #kabargumelar #kabargumelardotcom #gumelar


Perbatasan Banyumas - Cilacap di Desa Tlaga 


Gumelar - Camat Gumelar Arif Triyanto, S.Sos bersama Ketua TP PKK Kecamatan Gumelar dan jajaran Forkompincam memimpin dan memantau langsung kegiatan Gerakan Jateng di Rumah Saja di wilayah Kecamatan Gumelar, Sabtu dan Minggu, 6 - 7/2.

Pemantauan dilakukan di titik perbatasan antara Paningkaban dengan Lumbir, Banyumas - Brebes, Banyumas - Cilacap dan Pekuncen - Gumelar (perbatasan dengan Desa Gancang).

Menurut Arif, pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja berjalan baik sesuai edaran gubernur dan bupati.

"Kami dari Forkompincam Gumelar mengucapkan banyak terima kasih kepada unsur yang terlibat dalam menyukseskan Gerakan Jateng di Rumah Saja," katanya.

Lebih khusus lagi, Arif berterima kasih kepada masyarakat Kecamatan Gumelar yang telah bersama - sama menyukseskan imbauan Jateng di Rumah Saja.

"Terima kasih yang setulus- tulusnya kepada warga masyarakat Kecamatan Gumelar yang telah bekerja sama menyukseskan Gerakan Jateng di Rumah Saja, semoga pendemi covid-19 ini segera berakhir," lanjutnya.

Terkait Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah tentang Gerakan Jateng di Rumah Saja merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dalam Surat Edaran bernomor 443.5/0001933 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II, menyebutkan tentang penutupan beberapa tempat.

Penutupan tempat dan kegiatan meliputi penutupan car free day, penutupan jalan, penutupan toko/mal, penutupan pasar, penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengundang tamu), serta kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumunan (seperti pendidikan, event, dll).

Bupati Banyumas Achmad Husein menindaklanjuti edaran tersebut dengan meneribtakn Surat Edaran (SE) bernomor 360/ 581/ 2021 dengan poin yang sama dengan SE gubernur. Namun pada poin penutupan pasar, bupati Banyumas memberi kelonggaran dengan memperbolehkan tetap buka dengan dibatasi waktu buka dan tutup.

"Pasar sebagai tempat distribusi kebutuhan pokok masyarakat dapat beroperasi dengan dibatasi waktu yaitu buka paling cepat pukul 01.00 WIB dan tutup paling lambat pukul 13.00 WIB, dengan diatur oleh penangung jawab pasar bersangkutan agar protokol kesehatan diterapkan maksimal," tulis Achmad Husein dalam SE.(Wizteguh Nugroos)


Proses Penanganan Longsor/ Kabar Gumelar (foto Gondez)


Gumelar - Pembersihan material tanah longsor di Desa Samudra Kecamatan Gumelar Jumat, 22/01. Lokasi longsor di jalur penghubung Banyumas - Brebes tepatnya hutan pinus Desa Samudra dekat perbatasan dengan Paguyangan Brebes. Penanganan dilakukan oleh warga setempat dan para relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dipimpin oleh Camat Gumelar dan Kapolsek Gumelar, Kepala Desa Samudra dan pihak Perhutani RPH Samudra. 

Guna mempermudah pembersihan material longsor, satu mobil pemadam kebakaran didatangkan dari Purwokerto. Longsor terjadi pada Kamis 21/01 sekitar pukul lima sore. Menurut Kepala Desa Samudra, Kristiono, ini merupakan longsor susulan setelah sebelumnya terjadi di lokasi yang sama. 

 "Longsor yang terjadi hari Kamis sore adalah longsor yang kedua, sebelumnya longsor terjadi hari Minggu sore tanggal tujuh belas Januari dan sudah ditangani," katanya. 

Lebih lanjut, Camat Gumelar Arif Triyanto mengungkapkan jika longsor terjadi akibat hujan lebat pada Kamis siang di wilayah Kecamatan Gumelar. 

"Hari Kamis siang Gumelar diguyur hujan hingga petang hari, sehingga mengakibatkan longsor di lokasi sama yang terjadi hari Minggu kemarin. Mudah- mudahan setelah penanganan ini tidak terjadi longsor lagi sehingga perjalanan lintas kabupaten kembali lancar," ujarnya.(wizteguh nugroos).

Video Lengkap Tonton di Sini : https://www.youtube.com/watch?v=wuCPhm_fQVk


 

Gumelar - Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein meninjau lokasi bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Gumelar, Sabtu 16/01. Bupati bersama pejabat lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas langsung menuju lokasi longsor di Desa Samudra Kulon tepatnya di jalan penghubung Banyumas – Brebes. Tebing setinggi sepuluh meter longsor dan menutup jalan, sementara jurang di bawahnya juga longsor tergerus aliran sungai.

Selanjutnya bupati beserta rombongan didampingi Camat Gumelar Arif Triyanto dan Danramil 14 Gumelar Kapten CBA. Budi Priyatno, menuju lokasi longsor di Desa Tlaga tepatnya di Grumbul Tipar. Jalan kabupaten mengalami pergerakan tanah dan amblas hingga sekira 40 cm, sehingga membahayakan pengguna jalan. Menurut bupati, jalan tersebut akan segera diperbaiki.

“ Ini nanti mulai diperbaiki hari Senin, ya Senin, Selasa lah udah langsung diinstruksikan ini dikerjakan saja,” katanya.

Selanjutnya bupati menuju Desa Cihonje dan Desa Paningkaban yang juga mengalami bencana tanah longsor di beberapa titik. Dari seluruh titik longsor yang dikunjungi, merupakan longsor yang menimpa jalan kabupaten. Selesai meninjau longsor di Desa Paningkaban, bupati beserta rombongan langsung menuju Kecamatan Lumbir. (wizteguh nugroos)

Tonton Videonya di sini : https://www.youtube.com/watch?v=KguWR72j_38&t=46s

 


Cihonje - Ketua Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali, Cirebah, Banyumas Barat) Eddy Pranata PNP menjadi satu-satunya penyair dari Propinsi Jawa Tengah yang berhasil meraih penghargaan Lomba Cipta Puisi Grup FB Hari Puisi Indonesia tahun 2020, sebagai Juara 3 dengan puisi berjudul “Bertandang ke Karang Anjog dan Dukuh Paruk”. Lomba ini diikuti 823 puisi dengan 537 penyair dari seluruh penjuru Indonesia. Pemenang lomba penulisan puisi telah diumumkan secara daring pada Puncak Acara Peringatan Hari Puisi Indonesia 2020 dari Auditorium Perpusnas, Jakarta, Minggu (20/12/20).


Kegiatan dimulai bertepatan dengan hari lahir Hari Puisi Indonesia, 26 Juli sampai dengan 16 September 2020 yang bertujuan untuk menyebarkan semangat Hari Puisi Indonesia sebagai media pemersatu bangsa. Oleh karena, itu tema kegiatan ini mengikuti tema besar Perayaan Hari Puisi Indoensia 2020, yaitu Keberagaman dan Keindonesiaan.

Dewan juri tahap satu: Aryani Isnamurti, Herman Syahara, Jimmy S Johansyah, Nana Sastrawan, Sihar Ramses Simatupang, memilih 50 puisi yang kemudian diserahkan kepada juri tahap dua: Abdul Hadi WM, Ahmadun Yosi Herfanda, Asrizal Nur, Rida K Liamsi,  Sutardji Calzoum Bachri. memilih 3 puisi pemenang dan 3 puisi favorit.

Juara 1 diraih Roymon Lemosol (Pelajaran dari Hutan Sagu), 2. Budhi Setyawan (Merah Putih di Bubungan Rumah), Eddy Pranata PNP (Bertandang ke Karang Anjog dan Dukuh Paruk). Sedangkan favorit: 1. Jhon Fs. Pane (Peladang Tua dan Hutan yang Terbakar di Matanya), 2. Nanang Supriyatin (Labirin, Menuju Pulaumu), 3. Wayang Jengki Sunarta (Di Pura Agung Giri Natha).

Sedangkan prestasi yang pernah diraih Eddy Pranata yang juga dijuluki Presiden Penyair Banyumas Raya ini, adalah meraih anugerah Puisi Umum Terbaik Lomba Cipta Puisi tahun 2019 ditaja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bekerja sama dengan Yayasan Hari Puisi Indonesia.  Juara 1 Lomba Cipta Puisi Sabana Pustaka tahun 2016, Nomine Penghargaan Sastra Litera tahun 2017, 2018, 2019,  Nomine Krakatau Award 2017 dan 2019.

Buku kumpulan puisi tunggalnya: Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kaumasukkan ke Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016), Abadi dalam Puisi (2017)Jejak Matahari Ombak Cahaya (2019).


Puisinya dipublikasikan di Majalah Sastra Horison, Litera, Kanal,  Jawa Pos, Indo Pos, Suara Merdeka, Media Indonesia, Padang Ekspres, Riau Pos, Kedaulatan Rakyat, Singgalang, Haluan, Banjarmasin Pos, Tanjungpinang Pos,  Solopos, Minggu Pagi, Biem.Co. dan lain-lain. Sedangkan puluhan puisi lainnya terhimpun dalam sejumlah antologi puisi bersama.

Berikut puisi karya Eddy Pranata yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Cipta Puisi Grup FB Hari Puisi Indonesia tahun 2020

BERTANDANG KE KARANG ANJOG

DAN DUKUH PARUK


Ke sinilah kawan kalau ingin mendengar alunan gamelan

Di seberang sungai Cirebah, ada grumbul Karang Anjog yang

Nyaris setiap malam penduduknya masih menabuh gamelan

Dan selalu dimulai dengan Sekar Gadung, Blendrong Kulon

dilanjutkan Renggong Lor, Kulu-kulu Cindung Cina dan

diakhiri Janturan. Engkau bisa aku ajak ke grumbul itu

Selain gamelang juga ada grup kuda lumping

Yang turun-temurun lebih tujuh puluh tahun

Mulai dari generasi Ki Ngalwi, Ki Tajuri dan Ki Wikarto

 

“Menjadi ebeg— penunggang kuda lumping

Harus punya indang dan berguru di Kali Manggeng

Mengangkat bongkah batu bertuah sebanyak empat puluh kali!”

 

Kalau ada waktumu, ke sinilah kawan ke Karang Anjog

Engkau boleh ikut menabuh gamelan, bila mau juga boleh

Ikut menunggang kuda lumping, engkau bisa wuru

Makan daun pepaya mentah, arang bahkan pecahan kaca

Lalu minum air kelapa hijau, engkau terus menari

Di atas kuda lumping mengembara kedunia yang asing

 

Setelah itu bertandang jualah ke kampung Srintil di Dukuh Paruk

Srintil kecil mungkin masih tengah bermain dengan Rasus

Dengan Warta dan Darsun di pelataran yang membatu

Di bawah pohon nangka ketika angin tenggara bertiup dingin

Indang ronggeng telah merasuk ke tubuh dan jiwa Srintil

Srintil menari dan bertembang

Rasus mengiringi dengan mulutnya menirukan bunyi kendang

Warta bunyi calung dan Darsun bunyi gong

Selesai bermain, dengan rakus ketiga temannya mencium Srintil

 

Kapan kalian punya waktu kawan? Bertandang

Ke Karang Anjog dan ke Dukuh Paruk.

 Jaspinka, 2019/2020

-------------------------------------------------------------------------------------

Eddy Pranata PNP— adalah Ketua Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali) Cirebah, Banyumas Barat, Indonesia. (kabar gumelar)

 



 



KG - Di musim hujan seperti sekarang ini, kita memang harus waspada dan hati- hati, apalagi di tengah pandemi yang entah kapan akan berhenti. Menjaga kesehatan tentu harus diutamakan, karena hujan membawa hawa dingin yang bisa membuat kita rentan terkena penyakit.

Selalu hati - hati terhadap kemungkinan musibah yang datang akibat hujan, adalah hal penting lain yang wajib diwaspadai. Tanah longsor ataupun pergerakan tanah akibat kemiringan yang terjal, bisa terjadi sewaktu- waktu, konsekuensi hidup di dataran tinggi.

Selain tanah longsor dan pergerakan tanah, banjir juga kerap melanda bila curah hujan terus- menerus. Pendangkalan dan penyempitan sungai mengakibatkan air meluap dan menyebabkan banjir di jalanan, di sawah, bahkan masuk ke rumah.

Jika sudah seperti ini, maka kerugian harus ditanggung kita semua. Padi dan pertanian lainnya gagal panen, rumah rusak, akses jalan terputus dan masih banyak lagi hal lain yang merugikan kita semua.

Bencana memang tak dapat ditolak, tetapi setidaknya bisa diantisipasi. (wizteguh nugroos)

Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget