Terkini


Proses Penanganan Longsor/ Kabar Gumelar (foto Gondez)


Gumelar - Pembersihan material tanah longsor di Desa Samudra Kecamatan Gumelar Jumat, 22/01. Lokasi longsor di jalur penghubung Banyumas - Brebes tepatnya hutan pinus Desa Samudra dekat perbatasan dengan Paguyangan Brebes. Penanganan dilakukan oleh warga setempat dan para relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dipimpin oleh Camat Gumelar dan Kapolsek Gumelar, Kepala Desa Samudra dan pihak Perhutani RPH Samudra. 

Guna mempermudah pembersihan material longsor, satu mobil pemadam kebakaran didatangkan dari Purwokerto. Longsor terjadi pada Kamis 21/01 sekitar pukul lima sore. Menurut Kepala Desa Samudra, Kristiono, ini merupakan longsor susulan setelah sebelumnya terjadi di lokasi yang sama. 

 "Longsor yang terjadi hari Kamis sore adalah longsor yang kedua, sebelumnya longsor terjadi hari Minggu sore tanggal tujuh belas Januari dan sudah ditangani," katanya. 

Lebih lanjut, Camat Gumelar Arif Triyanto mengungkapkan jika longsor terjadi akibat hujan lebat pada Kamis siang di wilayah Kecamatan Gumelar. 

"Hari Kamis siang Gumelar diguyur hujan hingga petang hari, sehingga mengakibatkan longsor di lokasi sama yang terjadi hari Minggu kemarin. Mudah- mudahan setelah penanganan ini tidak terjadi longsor lagi sehingga perjalanan lintas kabupaten kembali lancar," ujarnya.(wizteguh nugroos).

Video Lengkap Tonton di Sini : https://www.youtube.com/watch?v=wuCPhm_fQVk


 

Gumelar - Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein meninjau lokasi bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Gumelar, Sabtu 16/01. Bupati bersama pejabat lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas langsung menuju lokasi longsor di Desa Samudra Kulon tepatnya di jalan penghubung Banyumas – Brebes. Tebing setinggi sepuluh meter longsor dan menutup jalan, sementara jurang di bawahnya juga longsor tergerus aliran sungai.

Selanjutnya bupati beserta rombongan didampingi Camat Gumelar Arif Triyanto dan Danramil 14 Gumelar Kapten CBA. Budi Priyatno, menuju lokasi longsor di Desa Tlaga tepatnya di Grumbul Tipar. Jalan kabupaten mengalami pergerakan tanah dan amblas hingga sekira 40 cm, sehingga membahayakan pengguna jalan. Menurut bupati, jalan tersebut akan segera diperbaiki.

“ Ini nanti mulai diperbaiki hari Senin, ya Senin, Selasa lah udah langsung diinstruksikan ini dikerjakan saja,” katanya.

Selanjutnya bupati menuju Desa Cihonje dan Desa Paningkaban yang juga mengalami bencana tanah longsor di beberapa titik. Dari seluruh titik longsor yang dikunjungi, merupakan longsor yang menimpa jalan kabupaten. Selesai meninjau longsor di Desa Paningkaban, bupati beserta rombongan langsung menuju Kecamatan Lumbir. (wizteguh nugroos)

Tonton Videonya di sini : https://www.youtube.com/watch?v=KguWR72j_38&t=46s

 


Cihonje - Ketua Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali, Cirebah, Banyumas Barat) Eddy Pranata PNP menjadi satu-satunya penyair dari Propinsi Jawa Tengah yang berhasil meraih penghargaan Lomba Cipta Puisi Grup FB Hari Puisi Indonesia tahun 2020, sebagai Juara 3 dengan puisi berjudul “Bertandang ke Karang Anjog dan Dukuh Paruk”. Lomba ini diikuti 823 puisi dengan 537 penyair dari seluruh penjuru Indonesia. Pemenang lomba penulisan puisi telah diumumkan secara daring pada Puncak Acara Peringatan Hari Puisi Indonesia 2020 dari Auditorium Perpusnas, Jakarta, Minggu (20/12/20).


Kegiatan dimulai bertepatan dengan hari lahir Hari Puisi Indonesia, 26 Juli sampai dengan 16 September 2020 yang bertujuan untuk menyebarkan semangat Hari Puisi Indonesia sebagai media pemersatu bangsa. Oleh karena, itu tema kegiatan ini mengikuti tema besar Perayaan Hari Puisi Indoensia 2020, yaitu Keberagaman dan Keindonesiaan.

Dewan juri tahap satu: Aryani Isnamurti, Herman Syahara, Jimmy S Johansyah, Nana Sastrawan, Sihar Ramses Simatupang, memilih 50 puisi yang kemudian diserahkan kepada juri tahap dua: Abdul Hadi WM, Ahmadun Yosi Herfanda, Asrizal Nur, Rida K Liamsi,  Sutardji Calzoum Bachri. memilih 3 puisi pemenang dan 3 puisi favorit.

Juara 1 diraih Roymon Lemosol (Pelajaran dari Hutan Sagu), 2. Budhi Setyawan (Merah Putih di Bubungan Rumah), Eddy Pranata PNP (Bertandang ke Karang Anjog dan Dukuh Paruk). Sedangkan favorit: 1. Jhon Fs. Pane (Peladang Tua dan Hutan yang Terbakar di Matanya), 2. Nanang Supriyatin (Labirin, Menuju Pulaumu), 3. Wayang Jengki Sunarta (Di Pura Agung Giri Natha).

Sedangkan prestasi yang pernah diraih Eddy Pranata yang juga dijuluki Presiden Penyair Banyumas Raya ini, adalah meraih anugerah Puisi Umum Terbaik Lomba Cipta Puisi tahun 2019 ditaja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI bekerja sama dengan Yayasan Hari Puisi Indonesia.  Juara 1 Lomba Cipta Puisi Sabana Pustaka tahun 2016, Nomine Penghargaan Sastra Litera tahun 2017, 2018, 2019,  Nomine Krakatau Award 2017 dan 2019.

Buku kumpulan puisi tunggalnya: Improvisasi Sunyi (1997), Sajak-sajak Perih Berhamburan di Udara (2012), Bila Jasadku Kaumasukkan ke Liang Kubur (2015), Ombak Menjilat Runcing Karang (2016), Abadi dalam Puisi (2017)Jejak Matahari Ombak Cahaya (2019).


Puisinya dipublikasikan di Majalah Sastra Horison, Litera, Kanal,  Jawa Pos, Indo Pos, Suara Merdeka, Media Indonesia, Padang Ekspres, Riau Pos, Kedaulatan Rakyat, Singgalang, Haluan, Banjarmasin Pos, Tanjungpinang Pos,  Solopos, Minggu Pagi, Biem.Co. dan lain-lain. Sedangkan puluhan puisi lainnya terhimpun dalam sejumlah antologi puisi bersama.

Berikut puisi karya Eddy Pranata yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Cipta Puisi Grup FB Hari Puisi Indonesia tahun 2020

BERTANDANG KE KARANG ANJOG

DAN DUKUH PARUK


Ke sinilah kawan kalau ingin mendengar alunan gamelan

Di seberang sungai Cirebah, ada grumbul Karang Anjog yang

Nyaris setiap malam penduduknya masih menabuh gamelan

Dan selalu dimulai dengan Sekar Gadung, Blendrong Kulon

dilanjutkan Renggong Lor, Kulu-kulu Cindung Cina dan

diakhiri Janturan. Engkau bisa aku ajak ke grumbul itu

Selain gamelang juga ada grup kuda lumping

Yang turun-temurun lebih tujuh puluh tahun

Mulai dari generasi Ki Ngalwi, Ki Tajuri dan Ki Wikarto

 

“Menjadi ebeg— penunggang kuda lumping

Harus punya indang dan berguru di Kali Manggeng

Mengangkat bongkah batu bertuah sebanyak empat puluh kali!”

 

Kalau ada waktumu, ke sinilah kawan ke Karang Anjog

Engkau boleh ikut menabuh gamelan, bila mau juga boleh

Ikut menunggang kuda lumping, engkau bisa wuru

Makan daun pepaya mentah, arang bahkan pecahan kaca

Lalu minum air kelapa hijau, engkau terus menari

Di atas kuda lumping mengembara kedunia yang asing

 

Setelah itu bertandang jualah ke kampung Srintil di Dukuh Paruk

Srintil kecil mungkin masih tengah bermain dengan Rasus

Dengan Warta dan Darsun di pelataran yang membatu

Di bawah pohon nangka ketika angin tenggara bertiup dingin

Indang ronggeng telah merasuk ke tubuh dan jiwa Srintil

Srintil menari dan bertembang

Rasus mengiringi dengan mulutnya menirukan bunyi kendang

Warta bunyi calung dan Darsun bunyi gong

Selesai bermain, dengan rakus ketiga temannya mencium Srintil

 

Kapan kalian punya waktu kawan? Bertandang

Ke Karang Anjog dan ke Dukuh Paruk.

 Jaspinka, 2019/2020

-------------------------------------------------------------------------------------

Eddy Pranata PNP— adalah Ketua Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggir Kali) Cirebah, Banyumas Barat, Indonesia. (kabar gumelar)

 



 



KG - Di musim hujan seperti sekarang ini, kita memang harus waspada dan hati- hati, apalagi di tengah pandemi yang entah kapan akan berhenti. Menjaga kesehatan tentu harus diutamakan, karena hujan membawa hawa dingin yang bisa membuat kita rentan terkena penyakit.

Selalu hati - hati terhadap kemungkinan musibah yang datang akibat hujan, adalah hal penting lain yang wajib diwaspadai. Tanah longsor ataupun pergerakan tanah akibat kemiringan yang terjal, bisa terjadi sewaktu- waktu, konsekuensi hidup di dataran tinggi.

Selain tanah longsor dan pergerakan tanah, banjir juga kerap melanda bila curah hujan terus- menerus. Pendangkalan dan penyempitan sungai mengakibatkan air meluap dan menyebabkan banjir di jalanan, di sawah, bahkan masuk ke rumah.

Jika sudah seperti ini, maka kerugian harus ditanggung kita semua. Padi dan pertanian lainnya gagal panen, rumah rusak, akses jalan terputus dan masih banyak lagi hal lain yang merugikan kita semua.

Bencana memang tak dapat ditolak, tetapi setidaknya bisa diantisipasi. (wizteguh nugroos)

 

Camat Gumelar Arif Triyanto, S.Sos memimpin jalannya penanganan tanah longsor di Desa Samudra Kulon dan Desa Samudra, Selasa 22/09.

Tanah longsor di Desa Samudra Kulon mengancam sebuah rumah hingga dilakukan pembuatan talud pengaman yang dikerjakan oleh warga dibantu relawan dan TNI dari Koramil 14 Gumelar.

Sementara longsor di Desa Samudra mengakibatkan jalan raya penghubung Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes tidak bisa lalui. Matrial longsor menutup jalan di wilayah Perhutani, satu mobil Damkar didatangkan untuk menyemprot tanah guna membuka akses jalan.

Tanah longsor di dua desa tersebut terjadi pada Senin 21/09 pukul 19.00 WIB. Sebelumnya hujan deras melanda wilayah Kecamatan Gumelar mulai pukul 15.00 WIB.(wizteguh nugroos)




Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Ny. Erna Achmad Husein melantik Ketua TP PKK Kecamatan Gumelar Ny. Novita Wulandari Arif Triyanto, A.Md di Aula Singarana Kecamatan Gumelar Selasa 15/09.

Ketua TP PKK Kecamatan Gumelar yang baru Ny. Novita Wulandari Arif Triyanto dilantik menggantikan Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Ny. Tiwi Rujiati Darto, S.Pd.

Pelantikan dihadiri oleh Camat Gumelar selaku Pembina PKK kecamatan, TP PKK kabupaten dan jajaran ketua TP PKK desa dalam wilayah Kecamatan Gumelar.

Dalam sambutannya, Ny. Erna Achmad Husein menyampaikam selamat kepada ketua PKK yang baru dan berharap dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik- baiknya.

"Kebetulan ini pak Arif kan pernah menjabat sebagai Sekcam di Lumbir jadi ibu Novita sudah berpengalaman sebagai wakil ketua TP PKK, pastinya akan bisa mengemban tugas sebagai ketua  dengan baik," katanya.

Menyoal pandemi Covid-19, Ny. Erna Husein mengimbau kepada ibu- ibu PKK untuk terus melakukan protokol kesehatan baik di dalam maupun di luar rumah. 

"Saat ini muncul klaster rumah tangga, jadi ibu dan bapak semuanya harus memperhatikan jika habis bepergian sebelum masuk rumah pakaian dilepas dahulu lalu cuci tangan langsung bersih- bersih mandi, setelah mandi baru menemui keluarga bapak, ibu, istri, suami atau putranya," terangnya.

Usai pelantikan, Ny. Erna Achmad Husein didampingi Ketua PKK Kecamatan Gumelar Novita Wulandari, Camat Gumelar serta Kepala Desa Gumelar Susilo Urip Suprapto membagikan masker kepada beberapa warga di sekitar Kantor Kecamatan Gumelar.(wizteguh nugroos)

@pkk_banyumas 

@humas_pemkab_banyumas 

 


Gumelar - Senin, 07/09 dilaksanakan acara perkenalan Camat Gumelar yang baru, Arif Triyanto, S.Sos di Aula Singarana Kecamatan Gumelar.

Acara yang berlangsung secara sederhana ini dihadiri oleh jajaran Forkompinkec, para kepala desa se- Kecamatan Gumelar, kepala dinas instansi dan para pengurus PKK tingkat desa maupun kecamatan.

Didampingi istri, Ny. Novita Wulandari Arif Triyanto, Camat Gumelar mengucapkan terima kasih atas kehadiran tamu undangan serta meminta doa restu dalam tugasnya di Kecamatan Gumelar.

Arif Triyanto diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Banyumas pada tanggal 1 September 2020 lalu. Saat itu, sebanyak dua puluh pejabat dilantik oleh bupati termasuk Arif Triyanto sebagai Camat Gumelar. (wiz)

Kabar Gumelar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget