Gumelar - Pandemi Covid-19 belum berakhir, untuk itu, Camat Gumelar mengimbau kepada seluruh jajarannya agar senantiasa aktif memberikan edukasi pentingnya penerapan protocol kesehatan kepada masyarakat. Terlebih jelang hari raya Idulfitri di mana potensi berkerumunnya masyarakat sangat besar.


Imbauan tersebut disampaikan Camat Gumelar Arif Triyanto pada apel pagi di halaman kantor Kecamatan Gumelar, Senin, 3/5.


Selain itu, Arif juga menyampaikan hasil zoom meeting dengan Bupati Banyumas yang dilaksanakan pada hari Sabtu pagi, 1 Mei 2021.


“Bagi para pemudik yang datang sebelum tanggal 6 Mei, itu jangan masuk rumah dulu harus tes rapid antigen di Puskesmas dengan biaya 70 sampai 80 ribu rupiah. Bagi pemudik yang tidak mampu tidak dipungut biaya asalkan membawa surat keterangan tidak mampu atau SKTM dari desa,” kata Arif.


Selanjutnya, apabila dinyatakan positif maka harus dikarantina di rumah karantina Baturraden atau GOR Satria Purwokerto.
Sementara itu, bagi pemudik yang datang tanggal 6 sampai 17 Mei akan langsung di karantina di Purwokerto selama minimal 5 hari, setelah itu akan dilakukan tes rapid antigen.


Dijelaksan oleh Arif, jika pemudik datang setelah tanggal 17 sampai dengan 25 Mei maka perlakuannya sama dengan pemudik yang datang pada sebelum 6 Mei.


Terkait pelaksanaan salat Idulfitri, Camat Gumelar menyampaikan bahwa sesuai hasil zoom meeting boleh dilaksanakan di lapangan dengan izin dari Satgas Covid-19 kecamatan maupun kabupaten.


“Untuk takbir keliling tidak boleh dilaksanakan, lalu acara halal-bihalal diperkenankan maksimal 20 orang atau 50 persen dari kapasitas ruangan dan tidak boleh bersalaman,” lanjutnya.


Arif juga berpesan kepada karyawan kecamatan Gumelar agar senantiasa berhati-hati dan waspada serta selalu menjaga kondisi badan agar tetap fit.


“Kalau badan merasa ngga enak jangan dipaksakan masuk kerja, lebih baik langsung saja ke Puskesmas atau dokter melakukan cek kesehatan, jangan menunggu nanti. Pokoknya kalau sakit harus cepat periksa,” tutupnya.(wiz)